Pemkab Situbondo Rencanakan Pembangunan Tangkis Ombak Melalui Dana BTT Di Pesisir Desa Jangkar

Berita

SITUBONDO, 16 Januari 2026 – Menindaklanjuti laporan masyarakat terkait jebolnya tangkis ombak akibat gelombang besar, Wakil Bupati Situbondo, Ulfiyah, melakukan peninjauan langsung ke kawasan pesisir Desa Jangkar, Kecamatan Jangkar, Kabupaten Situbondo, Rabu (14/1/2025).

Peninjauan tersebut dilakukan sebagai respons atas kondisi banjir rob yang kerap melanda wilayah pesisir Desa Jangkar dan telah terjadi selama bertahun-tahun. Dalam kunjungan tersebut, Wakil Bupati Situbondo didampingi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo serta unsur Forkopimca Kecamatan Jangkar.

Wakil Bupati Situbondo, Ulfiyah, menyampaikan bahwa berdasarkan laporan warga, kerusakan tangkis ombak menyebabkan air laut masuk ke permukiman warga saat terjadi pasang dan gelombang tinggi.

“Berdasarkan laporan masyarakat, wilayah pesisir Desa Jangkar ini terdampak banjir rob yang sudah terjadi bertahun-tahun. Oleh karena itu, hari ini kami turun langsung ke lokasi bersama BPBD dan Forkopimca,” ujar Ulfiyah.

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kabupaten Situbondo berencana membangun tangkis ombak sepanjang 200 meter dengan tinggi 3 meter. Pembangunan tersebut akan menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT).

“Alhamdulillah, kami telah berkoordinasi dan berembuk dengan Bupati Situbondo, Mas Rio, dan beliau menyetujui pelaksanaan pembangunan tangkis ombak sepanjang 200 meter dengan tinggi 3 meter melalui dana BTT,” jelas Wakil Bupati yang akrab disapa Mbak Ulfi.

Ia menambahkan, pelaksanaan pembangunan nantinya akan difasilitasi oleh pemerintah desa, kecamatan, serta BPBD Kabupaten Situbondo guna memastikan proses berjalan cepat dan tepat sasaran.

Menurut Mbak Ulfi, pembangunan tangkis ombak ini diharapkan dapat menjadi penahan gelombang laut sehingga air tidak lagi masuk ke rumah-rumah warga.

“Minimal sudah ada penyangga ombak agar tidak masuk ke permukiman warga, mengingat banjir rob ini terjadi hampir setiap tahun. Bismillah, semoga prosesnya berjalan lancar dan permasalahan ini segera teratasi,” imbuhnya.

Selain itu, Wakil Bupati Situbondo juga mengimbau para nelayan agar selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut, mengingat saat ini cuaca ekstrem dan angin kencang masih berpotensi terjadi.

“Kami mengimbau para nelayan untuk memastikan kondisi cuaca sebelum beraktivitas di laut, guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.