
Jakarta, Jumat 16 Januari 2026 – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menatakan untuk pemulihan infrastruktur pascabencana di tiga provinsi Sumatera, kementeriannya mengajukan tambahan anggaran hingga Rp 74 triliun. Estimasi anggaran tersebut dibutuhkan karena adanya tambahan program mitigasi bencana, khususnya pembangunan sabo dam atau check dam di sejumlah titik wilayah rawan longsor.
“Sebetulnya rencana proposalnya itu Rp 74 (triliun) lah sebenarnya. Tapi sesuai aturan kan kita mesti bikin rencana induk yang kita submit ke Kepala Bappenas untuk direview. Baru kemudian disetujui oleh dewan pengarah semua, baik itu BPK, Menko PMK dan seterusnya. Setelah semua dewan setuju, baru kemudian kita meminta anggaran kepada Menteri Keuangan,” kata Dody dalam acara taklimat media perkembangan penanganan bencana di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Jumat (16/1/2026) dikutip Antara.
Pengajuan anggaran tersebut baru mencakup kebutuhan dari Kementerian PU belum dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang juga bekerja sama dengan Kementerian PU.
Menurutnya, kenaikan kebutuhan anggaran dipicu oleh tambahan pembangunan sabo dam di sejumlah daerah, terutama di Provinsi Aceh.
Dony menuturkan, longsor yang terjadi di Kabupaten Gayo Lues, menjadi peringatan bagi pemerintah guna memperkuat upaya pencegahan bencana dengan pembangunan sabo dam supaya air, sedimen, dan kayu tidak sampai menimbulkan dampak lebih besar di wilayah hilir.
“Sebenarnya jalan longsor kemarin di Gayo Lues itu menjadi wakeup alarm bagi saya,” ujarnya.
Selain itu, Kementerian PU juga menyiapkan penanganan muara Sungai Tamiang dengan melakukan pengerukan.
Dalam hal ini, Pemerintah sudah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Kuala yang bertugas membuka selebar-lebarnya muara sungai agar aliran air dan lumpur langsung mengalir ke laut.