
Washington DC, Senin 05 Januari 2026- Dewan Permanen Organisasi Negara-Negara Amerika (Organization of American States/OAS) dijadwalkan menggelar pertemuan darurat pada Selasa esok, guna membahas situasi dan kondisi Venezuela pasca-serangan militer Amerika Serikat (AS)
Dalam pernyataannya pada hari Minggu (4/1), kelompok tersebut mengatakan bahwa mereka akan menggelar pertemuan darurat pada hari Selasa (6/1) pukul 10.00 pagi waktu setempat, yang akan disiarkan secara langsung
“Dewan Permanen Organisasi Negara-Negara Amerika (OAS) akan mengadakan pertemuan khusus pada Selasa, 6 Januari, pukul 10.00 EST, di Ruang Simon Bolivarian Venezuela,” bunyi pernyataan OAS, mengutip Antara
Diketahui, AS melakukan serangan militer skala besar ke Venezuela hari Sabtu pekan lalu yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro. Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa AS kan memimpin Venezuela hingga masa transisi yang aman, tepat dan bijaksana terjamin
Sebagai informasi, Organization of American States (OAS) didirikan pada 30 April 1948 melalui Piagam OAS di Bogota, Kolombia, meskipun akarnya telah terbentuk sejak tahun 1890
Organisasi ini memiliki 35 negara anggota independen yang mencakup wilayah Amerika Utara, Tengah, Selatan, dan Karibia. Negara-negara tersebut adalah Antigua dan Barbuda, Argentina, Bahama, Barbados, Belize, Bolivia, Brasil, Kanada, Chili, Kolombia, Kosta Rika, Kuba (saat ini tidak aktif), Dominika, Republik Dominika, Ekuador, El Salvador, Grenada, Guatemala, Guyana, Haiti, Honduras, Jamaika, Meksiko, Nikaragua (telah menyatakan pengunduran diri)
Selain itu negara Panama, Paraguay, Peru, Saint Kitts dan Nevis, Saint Lucia, Saint Vincent dan Grenadines, Suriname, Trinidad dan Tobago, Amerika Serikat, Uruguay, dan Venezuela juga menjadi organisasi tersebut
Tujuan utama OAS berfokus pada empat pilar penting, yaitu memperkuat demokrasi, membela hak asasi manusia, menjamin keamanan multidimensi dari ancaman transnasional, serta mendorong pembangunan ekonomi dan sosial yang terintegrasi untuk memberantas kemiskinan di belahan bumi Barat