KBRI Phnom Penh Sebut Dua Ribu Lebih WNI Ingin Pulang dalam Dua Pekan Terakhir

Berita

Phnom Penh, Jumat 30 Januari 2026- Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh, Kamboja, melaporkan jika dalam dua pekan terakhir WNI yang meminta untuk pulang ke tanah air telah melampaui 2.000 orang

Dalam siaran persnya, KBRI mengungkap bahwa memasuki genap dua pekan sejak terjadinya lonjakan WNI yang keluar dari sindikat penipuan daring di Kamboja, jumlah WNI yang melapor ke KBRI Phnom Penh masih terus bertambah

Hingga 29 Januari 2026 pukul 18.30 waktu setempat, sebanyak 2.752 WNI datang ke KBRI untuk meminta bantuan kepulangan ke tanah air

Menurut Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, sebagian kecil WNI telah pulang secara mandiri ke tanah air dengan difalitasi KBRI

“Dari 2.752 WNI yang melapor, sebagian sudah kembali ke Indonesia, namun jumlahnya masih relatif kecil,” jelas Santo

Guna menyegerakan pemulangan, KBRI Phnom Penh menggencarkan asesmen terhadap laporan yang masuk. Saat ini, separuh dari total laporan telah diverifikasi tanpa ditemukan indikasi TPPO

Sebagai langkah solutif bagi WNI tanpa paspor, penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) dipercepat dengan dukungan tambahan tim teknis Ditjen Imigrasi

Selain itu, koordinasi intensif dengan otoritas Kamboja membuahkan hasil berupa keringanan denda overstay bagi hampir 800 WNI

Mengingat kapasitas penampungan yang mulai terbatas, KBRI mengimbau WNI yang telah memiliki dokumen lengkap untuk segera mengurus kepulangan secara mandiri

Fokus utama tetap diberikan pada kelompok rentan dan layanan medis, sembari mengingatkan WNI agar tetap berkomunikasi dengan keluarga di tanah air terkait persiapan biaya tiket kepulangan