
Tokyo, Jumat 09 Januari 2025- Kementerian Luar Negeri Jepang merilis laporan tahunan statistik mengenai warga negara Jepang di luar negeri yang menunjukkan adanya pergeseran tren tempat tinggal para ekspatriatnya
Hingga 1 Oktober tahun lalu, total jumlah warga Jepang yang tinggal di luar negeri selama tiga bulan atau lebih tercatat sedikit meningkat dibandingkan tahun sebelumnya menjadi hampir 1,3 juta orang
Amerika Serikat masih menjadi tujuan utama dengan populasi sekitar 416.300 jiwa, disusul oleh Australia dengan sekitar 105.500 orang, di mana kedua negara tersebut mencatatkan kenaikan jumlah penduduk asal Jepang dibandingkan periode yang sama pada 2024
Meskipun Cina menempati posisi ketiga sebagai negara dengan populasi warga negara Jepang terbesar, laporan tersebut mencatat adanya penurunan yang cukup signifikan
Jumlah warga Jepang di Cina tercatat sebanyak 92.900 jiwa, namun angka ini berkurang sekitar 4.600 orang atau turun 4,7% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Penurunan ini menjadi sorotan di tengah peningkatan jumlah warga Jepang di negara-negara tujuan utama lainnya
Para pengamat menilai bahwa memburuknya lingkungan bisnis menjadi salah satu faktor utama yang mendorong eksodus warga Jepang dari Cina
Hal ini dipicu oleh perlambatan ekonomi Cina yang sedang berlangsung serta meningkatnya biaya tenaga kerja yang membuat operasional perusahaan menjadi lebih berat.
Selain faktor ekonomi, masalah keamanan juga menjadi pertimbangan serius bagi para warga negara Jepang yang bertugas di sana
Kekhawatiran akan faktor keamanan ini berdampak pada pola tinggal para ekspatriat Jepang di Cina. Semakin banyak pekerja Jepang yang kini memilih untuk berangkat sendiri dan meninggalkan keluarga mereka di Jepang
Gabungan antara ketidakpastian iklim ekonomi dan rasa was-was terhadap lingkungan keamanan setempat diperkirakan akan terus memengaruhi keputusan warga negara Jepang dalam menetap di Cina pada masa mendatang
sumber: NHK News