Cerita CEO Hermes Gagalkan Upaya Pendekatan Epstein

Berita Gaya Hidup

Paris, Selasa 24 Februari 2026- Pewaris sekaligus CEO brand mewah Hermes, Axel Dumas, membagikan cerita tentang upaya mendiang Jeffrey Epstein untuk mendekatinya

Berbicara kepada media usai paparan kinerja Hermes International SCA pada Kamis lalu, Dumas mengaku pertama kali bertemu Epstein, di bengkel pembuat tas Birkin di pinggiran Paris pada Maret 2013. Epstein tidak sendiri, ia berkunjung bersama sutradara berpengaruh AS Woody Allen dan beberapa orang lainnya

Kedatangan Epstein dkk menurut Dumas tanpa direncanakan alias tidak diundang. “Dia datang tanpa diundang,” ujarnya

Menurut Dumas, di tahun 2012, Hermes diminta mendekor private jet Epstein namun ditolaknya. Tawaran tersebut muncul di tengah ketegangan Hermes dengan Louis Vuitton terkait akuisisi paksa

“Saya saat itu adalah pemimpin muda, ditengah urusan LVMH (Louis Vuitton),” kata Dumas sembari menambahkan bahwa ia percaya telah menjadi target Epstein. “Epstein sudah memiliki reputasi yang tercela,” tambahnya

Upaya berulang Epstein mendekati Dumas terus berlanjut. Pada Januari 2014, diungkap Dumas, dalam pertukaran email, asistennya menyarankan Epstein dan bankir ternama Ariane de Rothschild, bertemu bosnya di kantor pusat Hermes di Paris

Rencana bertamu Epstein dan Rothschild saat itu masuk dalam agenda Dumas, namun ia kemudian mencoretnya setelah tahu ada Epstein di situ. “Dia ingin mengadakan pertemuan dengan saya, yang awalnya disetujui, tetapi kemudian ketika saya melihatnya di agenda saya, saya menolaknya,” ujarnya

Sebagai informasi, nama dan foto Axel Dumas muncul dalam jutaan dokumen yang dirilis Departemen Kehakiman AS (DOJ) beberapa waktu lalu. Dalam rilisan tersebut ada gambar Dumas, Epstein dan Allen di bengkel pembuatan tas Birkin di Paris

Kasus Jeffrey Epstein adalah salah satu skandal paling mengguncang di Amerika Serikat, melibatkan tuduhan perdagangan seks dan pelecehan anak di bawah umur yang menyeret nama-nama besar dari berbagai kalangan, termasuk politik, bisnis, dan hiburan

Epstein yang merupakan pengusaha keuangan Amerika, mengaku bersalah atas dua tuduhan terkait prostitusi anak di bawah umur di Florida. Dia menerima hukuman yang relatif ringan, yaitu 13 bulan penjara dengan pembebasan kerja, berkat kesepakatan rahasia dengan jaksa federal saat itu, Alexander Acosta. Kesepakatan ini kemudian menjadi subjek kontroversi besar

Pada tahun 2019, Epstein ditangkap kembali atas tuduhan federal baru terkait perdagangan seks dan konspirasi untuk melakukan perdagangan seks anak di bawah umur. Dia dituduh menjalankan jaringan pelecehan dan perdagangan gadis-gadis remaja di propertinya di New York dan Florida

Namun, dia meninggal di sel tahanannya pada Agustus 2019, yang secara resmi dinyatakan sebagai bunuh diri, meskipun banyak teori konspirasi beredar tentang kematiannya