
Washington DC, Jumat 30 Januari 2026- Setelah hampir dua dekade mendominasi pasar alas kaki, era pertumbuhan masif sepatu kets (sneakers) kini dipertanyakan
Analis Bank of America, Thierry Cota, mengejutkan industri dengan laporan yang menyebutkan bahwa prospek pertumbuhan merek raksasa seperti Adidas, Nike, dan Puma kini kian memburuk
Laporan tersebut memberikan “penurunan peringkat ganda” pada Adidas, yang sempat memicu anjloknya saham perusahaan hingga 7,6%
Bank of America berargumen bahwa transisi besar-besaran masyarakat dari sepatu formal ke gaya kasual telah mencapai titik jenuh pasca-pandemi
Jika sejak 2007 industri ini tumbuh rata-rata 9% per tahun, ke depannya ekspansi diprediksi melambat ke angka 4% atau 5%. Para analis menilai lemari pakaian konsumen saat ini sudah “seimbang”, sehingga urgensi untuk membeli sepatu olahraga baru mulai menurun
Meski demikian, pandangan ini ditentang oleh sejumlah pakar industri lainnya. Matt Powell dari Spurwink River dan Beth Goldstein dari Circana menegaskan bahwa kenyamanan kini telah menjadi preferensi utama yang permanen, bukan sekadar tren\
Di Amerika Serikat, sneakers bahkan sudah menguasai 60% pangsa pasar alas kaki. Inovasi seperti “sneaker-loafer” dari New Balance juga menunjukkan bahwa elemen olahraga kini justru melebur ke dalam gaya formal
Kendati penggunaan sneakers tidak akan hilang, industri kini harus bersiap menghadapi “paradigma baru”. Dengan tantangan ekonomi dan perubahan selera di pasar besar seperti China, para produsen sepatu olahraga dituntut untuk lebih inovatif guna mempertahankan minat konsumen di tengah laju pertumbuhan yang kini lebih normal dan lambat
sumber: Bloomberg via Fashion Network