
JAKARTA, 18 JANUARI 2026 – Pemerintah mempercepat realisasi program perumahan rakyat. Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya memperluas akses hunian layak dan terjangkau dengan mendorong percepatan pembangunan rumah bersubsidi serta memangkas berbagai perizinan yang menghambat.
Komitmen tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menerima laporan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di Hambalang, Kamis (29/1/2026). Pertemuan itu membahas perkembangan proyek strategis perumahan nasional.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan, pemerintah tengah menyiapkan pembangunan rumah susun bersubsidi di lahan seluas 30 hektare di Cikarang, Kabupaten Bekasi. Saat ini, proses land clearing telah berjalan sebagai tahap awal pelaksanaan proyek.
Selain itu, pemerintah juga merampungkan rencana groundbreaking pembangunan 141.000 unit rumah bersubsidi yang akan tersebar di tiga kawasan strategis. Lokasi pembangunan dirancang berdekatan dengan sekolah, rumah sakit, kawasan perkantoran dan industri, serta akses jalan utama.
“Pembangunan ini diperkirakan akan menyerap sekitar 80 ribu tenaga kerja di berbagai sektor sekaligus mendorong perputaran ekonomi,” ujar Teddy.
Presiden Prabowo, lanjut Seskab, menekankan bahwa penyediaan rumah bersubsidi harus dibarengi dengan pemangkasan perizinan dan biaya administrasi, agar masyarakat berpenghasilan rendah dapat lebih mudah memiliki hunian layak.
“Presiden berkeinginan agar sebanyak mungkin warga Indonesia memiliki rumah yang layak dan terjangkau. Salah satu kuncinya adalah penyederhanaan perizinan dan pengurangan biaya administrasi,” tegas Teddy.
Langkah ini menegaskan pendekatan pemerintahan Presiden Prabowo yang berorientasi pada percepatan eksekusi program, tidak hanya berhenti pada perencanaan, agar manfaat pembangunan perumahan dapat langsung dirasakan masyarakat.