
Tokyo, Jumat 30 Januari 2026- Bintang pop dunia Lady Gaga secara mengejutkan menghentikan sementara jalannya konser “The Mayhem Ball” di Tokyo Dome, Jepang, pada hari Kamis (29/1) untuk menyuarakan protes keras terhadap Badan Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE)
Di hadapan ribuan penonton, penyanyi berusia 39 tahun tersebut menyatakan bahwa hatinya sakit melihat penargetan yang dilakukan terhadap keluarga dan komunitas di Amerika Serikat oleh badan tersebut
Meski sedang berada jauh dari negaranya, Gaga menegaskan pentingnya solidaritas global dan rasa kemanusiaan terhadap mereka yang hidupnya hancur akibat tindakan tanpa ampun tersebut
Dalam orasinya di tengah panggung, Gaga secara khusus menyinggung tragedi penembakan fatal terhadap seorang perawat ICU bernama Alex Pretti oleh agen ICE yang baru-baru ini terjadi di Minnesota
Ia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap masyarakat di kampung halamannya yang kini hidup dalam ketakutan serta kehilangan rasa aman
Menurutnya, tidak seharusnya warga yang baik harus bertaruh nyawa hanya untuk mendapatkan rasa hormat dan kesejahteraan. Ia pun menyampaikan pesan terbuka agar para pemimpin mendengarkan jeritan hati masyarakat yang terdampak
Sebagai bentuk dukungan moral, Gaga kemudian membawakan lagu “Come To Mama” dari album Joanne yang disebutnya sebagai simbol harapan di tengah situasi sulit
Setelah menyelesaikan jadwal konsernya di Tokyo pada 30 Januari, ia direncanakan segera kembali ke Amerika Serikat untuk tampil di ajang Grammy Awards ke-68
Tahun ini, Gaga mendominasi dengan tujuh nominasi, termasuk kategori Album Terbaik untuk Mayhem serta Lagu dan Rekaman Terbaik untuk karyanya yang berjudul Abracadabra
sumber: Channel News Asia