
Jakarta, Senin 26 Januari 2026 – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp 74 triliun untuk pemulihan pascabencana sekaligus membangun proyek dam atau bendungan di Aceh dan Sumatera Utara.
“Secara total kami akan mengajukan sekitar hampir Rp 74 triliun untuk tiga provinsi. Di Aceh hampir Rp 40 triliun, di Sumut Rp 15 triliun, dan di Sumbar hampir Rp 19 triliun,” kata Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (26/1/2026) dilansir Kompas.com.
Dody menjelaskan adanya lonjakan kebutuhan anggaran dari Rp 51 triliun karena kebutuhan dam.
“Kami baru tahu bahwa amat sangat diperlukan membangun dam di tiga provinsi ini. Minimum di Aceh dan Sumut,” kata dia.
Dody mengatakan, bendungan di Sumatera Barat sebenarnya sudah ada, tetapi tidak bisa menahan karena adanya bebatuan yang turun dari puncak Gunung Marapi.
“Tapi kalau Aceh dan Sumut ini hampir belum, tidak ada dam,” ujarnya.
Rencananya, pembangunan dam akan menggunakan lahan dari Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) dan sudah mendapatkan izin dari Kementerian Kehutanan.
“Aceh dan Sumut ini rencananya dam-nya akan banyak menggunakan lahan-lahan dari Taman Nasional. Beberapa kali kesempatan sudah bicara dengan Pak Menhut dan alhamdulillah beliau mengizinkan,” ucapnya.
“Jadi dam ini fungsinya adalah manakala terjadi hujan lebat sekali di atas, di hulu-hulu Aceh maupun hulu Sumut seperti Gayo Lues dan sekitarnya itu, atau Tapteng, Tapsel dan sekitarnya, air-air dan kayunya kalaupun masih ada, tidak turun sampai dengan Tamiang dan sekitarnya yang di hilir,” jelas Dody.