
Sidoarjo, Jumat 23 Januari 2026 – Dalam upaya pembinaan dan mencari bibit atlet bela diri, Pengurus Provinsi (Pengprov) Indonesia Beladiri Campuran Amatir Mixed Martial Arts (IBCA MMA) menggelar Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) IBCA MMA Jawa Timur 2026 Sirkuit I.
Sebanyak 426 atlet dari 20 kabupaten/kota di Jawa Timur ambil bagian dalam ikut bagian dalam ajang yang digelar di Raksa Fighting Camp Pasmar 2, Sidoarjo, pada 22–25 Januari 2026.
Ketua Pengprov IBCA MMA Jawa Timur, Arif Budi, mengatakan tingginya jumlah peserta menunjukkan antusiasme besar dari daerah terhadap cabang olahraga bela diri campuran tersebut.
“Melalui sirkuit pertama ini, kami berharap dapat memunculkan atlet-atlet terbaik yang dipersiapkan untuk PON Bela Diri serta event internasional, salah satunya di Malaysia,” ujar Arif usai pembukaan kejuaraan.
Ia menjelaskan, atlet-atlet yang tampil menonjol dalam Kejurprov ini akan mendapatkan pembinaan lanjutan sebagai bagian dari program jangka menengah menuju PON Bela Diri II 2026 di Manado.
Selain itu, Pengprov IBCA MMA Jatim juga berencana menggelar Sirkuit II dan III guna menambah jam terbang para atlet.
“Dengan jumlah peserta yang besar, ini menjadi sinyal positif. Untuk cabang olahraga yang tergolong baru, antusiasme ini sangat luar biasa dan diharapkan mampu menghidupkan pembinaan di daerah,” katanya.
Sementara itu, Ketua KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil mengatakan Kejurprov IBCA MMA Jatim 2026 memiliki peran strategis sebagai wadah pembinaan sekaligus seleksi atlet menuju PON Bela Diri II 2026 serta PON NTT–NTB 2028.
Ia menilai IBCA MMA Jawa Timur memiliki potensi besar setelah mencatatkan prestasi pada PON Aceh-Sumut 2024 dengan meraih 3 medali emas, 1 perak, dan 2 perunggu yang saat itu merupakan cabor eksebisi.
“Dari capaian tiga emas di PON Aceh-Sumut, terlihat potensi yang sangat besar. Ditambah antusiasme atlet yang tinggi, tinggal bagaimana proses pembinaan berkelanjutan dilakukan,” ujar Nabil.
Ia berharap IBCA MMA Jawa Timur konsisten menggelar kejuaraan sebagai sarana evaluasi kemampuan atlet sekaligus pemetaan potensi baru.
“PON Bela Diri bisa menjadi ajang awal untuk menambah jam terbang atlet, sementara target jangka panjangnya adalah PON 2028,” pungkasnya.