
Jakarta, Jumat 23 Januari 2026 – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa penyaluran bantuan reguler termasuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) Program Keluarga Harapan (PKH), dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap pertama akan mulai didistribusikan pada Februari 2026.
“Yang bansos reguler ini akan kita mulai salurkan mungkin bulan Februari untuk sekitar 18 juta keluarga penerima manfaat (KPM), termasuk di antaranya adalah PKH dan bantuan sembako,” kata Mensos di Kantor Kemenkop, Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (23/1/2026) dikutip Kompas.com.
Pria yang akrab dipanggil Gus Ipul tersebut menuturkan, selama ini penyaluran bansos hanya melalui dua jalur, yakni lewat himpunan bank negara (himbara) dan PT Pos Indonesia. Terkait kemungkinan bansos akan disalurkan melalui Koperasi Desa Merah Putih, Gus Ipul mengatakan, kebijakan tersebut masih menunggu arahan Presiden RI Prabowo Subianto.
“Nanti ke depannya seperti apa, kami akan bicarakan lebih lanjut ya. Tentu akan menyesuaikan dengan arahan Bapak Presiden,” ujarnya.
Pemerintah sendiri berencana mendorong KPM untuk menjadi anggota Kopdes sekaligus dapat memproduksi suatu produk yang bisa dijual melalui Kopdes.
“Makanya tadi kami lihat ya, karena keluarga itu adalah bagian dari penerima manfaat. Jadi otomatis seluruh orang tua dan keluarga siswa Sekolah Rakyat itu menjadi anggota Koperasi Desa. Jadi dia juga ikut dapat SHU (Sisa Hasil Usaha) di akhir tahun, dia juga sebagai konsumen. Jadi banyak manfaat. Di samping diharapkan untuk ikut mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” jelasnya.
Namun, kata Gus Ipul, rencana KPM dilibatkan dalam Kopdes ini belum bersifat final. Pemerintah perlu turun ke lapangan dahulu sekaligus memeriksa kesiapan dari setiap koperasi-koperasi desa.