Beijing Tak Ambil Pusing Mundurnya AS, Komitmen Dukung PBB

Berita

Beijing, Jumat 09 Januari 2026- Mundurnya Amerika Serikat (AS) dari keanggotaan sejumlah organisasi internasional, termasuk badan-badan di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), tidak membuat pemerintah China gusar

baca juga: Trump Perintahkan AS Mundur dari 66 Organisasi Internasional

Dalam pernyataanya, pemerintah China menegaskan dukungannya terhadap PBB serta organisasi global lainnya, demi menjunjung tinggi perdamaian dan stabilitas dunia, serta menolak dominasi negara tertentu dalam sistem global

“Tidak peduli bagaimana situasi berkembang, China akan tetap berkomimen pada multilateralisme, mendukung peran sentral PBB dalam urusan internasional, dan bekerja sama dengan komunitas internasional lainnya untuk membangun sistem tata kelola global yang lebih adil dan setara,” ujar Juru Bicara Kemlu China Mao Ning dalam konferensi persnya, hari Kamis (8/1)

Ia kemudian berkata, “Ini bukan pertama kalinya AS menarik diri dari lembaga-lembaga tersebut. Pada kenyataannya, organisasi internasional dan lembaga multilateral bukanlah untuk mewakili kepentingan egois suatu negara tertentu, tetapi untuk menjunjung tinggi kepentingan bersama semua negara anggota.”

Diketahui pada tahun lalu, Trump mengumumkan penarikan diri dari beberapa organisasi internasional utama dan menghentikan pendanaan untuk puluhan organisasi lainnya, termasuk diantaranya organisasi besar dibawah PBB seperti UNESCO, WHO dan UNHCR

AS juga menyatakan penarikan dukungan kepada Perjanjian Paris (Paris Agreement), pada tanggal 21 Januari 2025, karena menuduh inisiatif tersebut tidak adil dan sepihak kepada Amerika

Mao Ning mengatakan selama lebih dari 80 tahun, PBB telah menjunjung tinggi perdamaian dan stabilitas global, mempromosikan pembangunan sosial ekonomi, dan melindungi hak dan kepentingan yang setara bagi semua negara

“Apa yang kita saksikan dalam lanskap internasional sekali lagi membuktikan bahwa sistem multilateral yang efektif dapat mencegah hukum rimba berlaku dan mencegah pendekatan ‘siapa yang kuat dialah yang benar’ mendominasi tatanan internasional,” tegas Mao Ning

“Inilah yang paling dibutuhkan sebagian besar negara, terutama negara-negara kecil dan kurang berkembang, saat ini,” pungkasnya

Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News