
Jakarta, Jumat 28 November 2025 – Tim Pemusatan Latihan Daerah (Puslada) Jawa Timur berhasil finis di peringkat kedua klasemen medali Indonesia Open Aquatic Championships (IOAC) 2025 yang berlangsung 24 – 26 November 2025 di GBK Aquatic Stadium, Jakarta. Hal ini menegaskan posisin Jawa Timur sebagai salah satu kekuatan utama loncat indah Tanah Air.
Dalam kejuaraan tersebut, Jawa Timur meraihan 5 medali emas, 1 perak, dan 1 perunggu, tepat di bawah DKI Jakarta yang tampil sebagai juara umum dengan torehan 13 emas, 7 perak, dan 5 perunggu. Posisi ketiga ditempati Sumatera aSelatan dengan 4 emas, 2 perak, dan 5 perunggu.
Ronaldy Herbintoro, Pelatih Tim Loncat Indah Jawa Timur memberikan apresiasinya atas performa para atlet yang tampil konsisten dan mampu menjawab tekanan persaingan. Ronaldy menilai keberhasilan mempertahankan posisi runner-up menjadi indikasi positif pembinaan loncat indah di Jatim yang terus berkembang.
Menurutnya, jika ditotal dengan perolehan medali dari Dynamic Aquatic Club (club asal Jatim red) yang meraih 3 emas, 5 perak, 1 perunggu, maka total Kontingen Loncat Indah Jatim berhasil mengumpulkan 8 emas, 6 perak, dan 2 perunggu.
“Anak-anak tampil luar biasa. Mereka menunjukkan disiplin, fokus, dan keberanian di setiap nomor yang diikuti. Hasil ini adalah buah dari kerja keras panjang, bukan hanya dalam persiapan beberapa bulan, tetapi proses pembinaan berkelanjutan,” ujar Ronaldy, Kamis (27/11/2025) malam.
Capaian Jatim pada IOAC tahun ini menurutnya menjadi modal penting menyongsong kalender kejuaraan 2026. Ronaldy menyebut masih ada beberapa aspek teknik dan konsistensi yang akan diperbaiki, terutama pada nomor-nomor yang persaingannya semakin ketat.
“Kami bersyukur bisa kembali berada di posisi dua besar. Namun pekerjaan belum selesai. Masih banyak ruang untuk meningkatkan kesempurnaan teknik, termasuk menambah variasi loncatan yang berlevel lebih tinggi,” imbuhnya.
Ronaldy juga menekankan pentingnya regenerasi atlet agar Jatim tetap kompetitif di level nasional.
“Kami punya bibit-bibit baru yang sedang naik. Kejuaraan seperti IOAC ini menjadi wadah bagus untuk mengukur kemampuan mereka. Ke depan, fokus kami adalah memastikan mereka siap naik kelas,” ujarnya.
Dengan total ratusan atlet terlibat dalam IOAC 2025, kejuaraan ini kembali menjadi momentum penting dalam penguatan ekosistem olahraga akuatik nasional.
Performa Jawa Timur yang stabil mendapat apresiasi sebagai penanda kuatnya pembinaan atlet daerah menuju level kompetisi lebih tinggi.
Berikut peraih medali pada Tim Puslatda Jatim:
5 medali emas
- Mix sync Menara (Gladies Lariesa dan Yovy Surya) score 202.77
- Sync menara putri (Gladies Lariesa dan Linar Betiliana) score 214.14
- Menara putri (Gladies Lariesa) score 263.95
- Mix sync papan 3m (Gladies Lariesa dan Aldinsyah Putra) score 237.60
- Papan 3 m putri (Gladies Lariesa) score 223.70
1 medali perak
- Menara putri (Linar Betiliana) score 171.75
1 medali perunggu
- Sync menara putra (Yovy Surya dan M. Aditya Perwira) scor 225.54.